Optimalkan Layanan Kesehatan, Pemdes Sumberwuluh Koordinasikan Penggabungan Posyandu Kajarkuning ke Poncosumo

  • Apr 21, 2026
  • SAMSUL ARIFIN

SUMBERWULUH – Pemerintah Desa Sumberwuluh menggelar pertemuan koordinasi strategis terkait pelaksanaan program Gerakan Membangun Masyarakat Sehat (Gerbang Mas) pada Selasa pagi. Pertemuan ini difokuskan pada penataan ulang layanan kesehatan masyarakat, khususnya bagi warga Dusun Kajarkuning, menyusul adanya perubahan status kewilayahan di desa tersebut.

Acara yang berlangsung di balai desa ini dihadiri oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Sumberwuluh, perawat desa, koordinator Gerbang Mas tingkat desa, serta sejumlah kader kesehatan. Agenda utama yang dibahas adalah sinkronisasi data balita dan efektivitas jangkauan layanan Posyandu pasca-relokasi dan penghapusan administrasi kewilayahan Dusun Kajarkuning.Dalam arahannya, Sekretaris Desa Sumberwuluh menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai konsekuensi logis dari dihapusnya Dusun Kajarkuning secara administratif. Penghapusan ini berdampak langsung pada struktur lembaga kemasyarakatan di tingkat dusun, termasuk layanan kesehatan dasar.

"Karena secara administratif Dusun Kajarkuning sudah dihapus dan wilayahnya digabungkan, maka layanan Posyandu bagi warga eks-Kajarkuning juga akan secara resmi digabung dengan Posyandu di Dusun Poncosumo," ujar Sekdes Sumberwuluh di hadapan para peserta koordinasi.

Keputusan ini diambil bukan tanpa pertimbangan matang. Berdasarkan data terkini yang dihimpun oleh perawat desa, jumlah balita yang tersisa dari wilayah eks-Kajarkuning tergolong kecil. Secara teknis, menjalankan satu unit Posyandu dengan jumlah sasaran yang minim dinilai kurang efisien dari sisi manajemen sumber daya manusia (kader) maupun distribusi logistik kesehatan.Koordinator Gerbang Mas Desa Sumberwuluh menyambut baik langkah ini. Menurutnya, penggabungan ini akan memudahkan pengawasan (monitoring) tumbuh kembang anak secara lebih terpusat. Dengan bergabung ke Poncosumo, para balita eks-Kajarkuning tetap akan mendapatkan hak layanan kesehatan yang sama, mulai dari penimbangan, pemberian makanan tambahan (PMT), hingga imunisasi rutin.

Perawat desa juga menambahkan bahwa integrasi data sedang dilakukan agar tidak ada balita yang terlewat dalam pendataan bulan timbang mendatang. "Fokus kita adalah memastikan transisi ini berjalan mulus. Meskipun dusunnya sudah tidak ada, akses kesehatan warganya tidak boleh terputus. Penggabungan ke Poncosumo adalah solusi paling realistis saat ini," tuturnya.Pemerintah Desa berharap para kader dari kedua wilayah dapat segera bersinergi. Komunikasi intensif terus dilakukan kepada para orang tua di wilayah eks-Kajarkuning agar mereka tidak bingung mengenai lokasi layanan kesehatan yang baru.

Langkah penggabungan ini diharapkan mampu menciptakan layanan kesehatan yang lebih solid dan efektif di bawah naungan Gerbang Mas Desa Sumberwuluh. Dengan berkumpulnya para balita di satu titik (Poncosumo), diharapkan interaksi sosial antar warga juga semakin erat, seiring dengan proses adaptasi perpindahan wilayah yang tengah berjalan.