Ceria Bersama, TK Dharma Wanita Sumberwuluh 02 Sambut Safari Mendongeng Yatim Mandiri

  • Apr 20, 2026
  • SAMSUL ARIFIN

LUMAJANG – Gelak tawa dan binar keceriaan terpancar dari wajah puluhan siswa-siswi TK Dharma Wanita Sumberwuluh 02, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Pada  Senin (20/04/2026), sekolah ini menjadi salah satu titik persinggahan program "Safari Mendongeng" yang diinisiasi oleh lembaga filantropi Yatim Mandiri.  Kehadiran dua pendongeng populer, Kak Macho dan Kak Mizan, sukses menyulap suasana sekolah menjadi panggung imajinasi yang hidup. Dengan gaya khasnya yang enerjik dan interaktif, kedua pendongeng ini membawakan cerita-cerita inspiratif yang syarat akan nilai moral dan edukasi karakter.

Sejak pagi hari, anak-anak sudah berkumpul dengan rapi, menanti kehadiran tamu istimewa tersebut. Begitu Kak Macho dan Kak Mizan naik ke atas panggung, suasana langsung pecah. Menggunakan alat peraga yang menarik serta teknik suara yang berubah-ubah, mereka berhasil memaku perhatian anak-anak selama sesi dongeng berlangsung.

Tidak hanya sekadar mendengarkan, para siswa juga diajak untuk berinteraksi langsung. Ada saatnya mereka harus mengikuti gerakan lucu para pendongeng, hingga menjawab pertanyaan-pertanyaan ringan seputar cerita yang disampaikan. Metode ini terbukti ampuh membuat pesan-pesan kebaikan dalam dongeng tersebut lebih mudah diserap oleh anak-anak usia dini.

Kegiatan ini mendapat sambutan yang sangat positif dari pihak sekolah. Ibu Erna, salah satu guru di TK Dharma Wanita Sumberwuluh 02, mengungkapkan rasa syukur dan bahagianya melihat antusiasme para anak didiknya.

"Anak-anak sangat senang sekali mendengarkan dongeng hari ini. Mereka terlihat begitu terhibur dan terbawa suasana cerita yang dibawakan oleh Kak Macho dan Kak Mizan," ujar Ibu Erna dengan wajah berseri.

Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa kegiatan literasi melalui metode dongeng seperti ini sangat penting untuk tumbuh kembang anak. Menurutnya, dongeng bukan hanya sarana hiburan, tetapi juga media efektif untuk menanamkan budi pekerti, kejujuran, dan rasa kasih sayang sejak dini tanpa terkesan menggurui.

Program Safari Mendongeng ini merupakan bagian dari upaya Yatim Mandiri untuk menebarkan kebahagiaan sekaligus memberikan edukasi kepada anak-anak di pelosok daerah. Melalui kegiatan ini, Yatim Mandiri ingin menunjukkan bahwa pendidikan karakter bisa dilakukan dengan cara yang sangat menyenangkan.

Selain mendengarkan dongeng, dalam kesempatan ini juga diselipkan pesan-pesan kemanusiaan untuk menumbuhkan rasa empati anak-anak terhadap sesama, khususnya kepada teman-teman mereka yang yatim dan dhuafa.Acara diakhiri dengan sesi foto bersama antara para pendongeng, guru, dan seluruh siswa. Meski acara telah usai, sisa-sisa kegembiraan masih terlihat jelas saat anak-anak saling bercerita kembali mengenai tokoh-tokoh dalam dongeng yang baru saja mereka dengar.

Harapannya, kegiatan seperti Safari Mendongeng ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Di tengah gempuran teknologi dan penggunaan gawai (gadget) pada anak, tradisi mendongeng diharapkan tetap lestari sebagai jembatan komunikasi dan edukasi yang hangat antara orang dewasa dan anak-anak di Desa Sumberwuluh.