Ningsih Kader PMT Desa Sumberwuluh Garda Terdepan Lawan Stunting
- Apr 20, 2026
- SAMSUL ARIFIN
SUMBERWULUH – Masalah stunting masih menjadi tantangan besar bagi pertumbuhan generasi mendatang di Indonesia. Di tingkat desa, peran kader kesehatan menjadi ujung tombak yang paling krusial. Salah satunya adalah Ningsih, seorang kader Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Stunting di Desa Sumberwuluh yang dikenal sangat aktif dan berdedikasi dalam mendampingi setiap kegiatan Posyandu di wilayahnya.
Kehadiran Ningsih di tengah-tengah masyarakat bukan sekadar formalitas. Setiap bulan, ia memastikan tidak ada satu pun balita, terutama yang masuk dalam kategori risiko stunting, yang luput dari pantauan. Dengan penuh ketelitian, Ningsih mencatat setiap inci pertumbuhan anak, mulai dari berat badan, panjang atau tinggi badan, hingga lingkar kepala.Tugas utama Ningsih adalah melakukan pencegahan stunting melalui intervensi gizi dan edukasi kepada orang tua. Menurutnya, stunting bukan hanya soal fisik yang pendek, tetapi berkaitan erat dengan perkembangan otak dan masa depan anak.
"Ya, saya memantau perkembangan anak-anak balita secara rutin, terutama mereka yang terindikasi stunting atau berada di garis kuning. Tugas kami memastikan intervensi gizi melalui PMT benar-benar sampai dan dikonsumsi oleh anak tersebut," ujar Ningsih saat ditemui di sela-sela kegiatannya di Posyandu Desa Sumberwuluh.
Dalam menjalankan tugasnya, Ningsih tidak jarang harus melakukan jemput bola. Jika ada orang tua yang berhalangan hadir ke Posyandu, ia bersedia mendatangi rumah warga untuk memastikan data pertumbuhan anak tetap terperbarui. Baginya, data yang akurat adalah kunci utama dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya.Setiap data yang dicatat oleh Ningsih, seperti berat dan panjang badan, kemudian dianalisis untuk melihat tren pertumbuhan anak. Jika ditemukan anak dengan kenaikan berat badan yang tidak sesuai standar (TIDAK NAIK/TN), Ningsih segera memberikan penyuluhan kepada ibu balita mengenai pola asuh dan pola makan.
Program PMT yang dijalankan di Desa Sumberwuluh juga menjadi perhatian serius Ningsih. Ia mengawasi distribusi makanan tambahan yang bergizi seimbang, memastikan bahan makanan yang diberikan mengandung protein hewani yang cukup untuk menekan angka stunting.
"Kami tidak hanya memberikan makanan, tapi juga mengedukasi ibu-ibu tentang cara mengolah bahan pangan lokal agar anak-anak tidak bosan dan nutrisinya tetap terjaga," tambahnya.Kepala Desa Sumberwuluh mengapresiasi tinggi dedikasi Ningsih dan rekan-rekan kader lainnya. Keaktifan kader seperti Ningsih terbukti mampu meningkatkan partisipasi masyarakat untuk datang ke Posyandu. Dengan pengawasan ketat dan pendampingan yang intensif, angka stunting di Desa Sumberwuluh diharapkan dapat terus ditekan hingga mencapai target zero stunting.
Perjuangan Ningsih adalah potret nyata bagaimana kepedulian di tingkat akar rumput mampu membawa perubahan besar. Di balik angka-angka pertumbuhan di buku kesehatan, ada kerja keras seorang kader yang bermimpi melihat anak-anak di desanya tumbuh sehat, cerdas, dan mampu bersaing di masa depan.
Bagi Ningsih, melihat anak-anak balita yang awalnya berisiko stunting kini mulai menunjukkan grafik pertumbuhan yang membaik adalah kepuasan yang tidak ternilai dengan materi. Ia bertekad untuk terus mengabdi demi kesehatan generasi penerus Desa Sumberwuluh.