Targetkan Empat Output Utama, BPS Lumajang Sosialisasikan Program Desa Cantik 2026

  • Apr 23, 2026
  • SAMSUL ARIFIN

LUMAJANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lumajang terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas tata kelola data di tingkat akar rumput. Bertempat di Ruang Rapat Nararya Kirana, Lantai 3 Kantor Bupati Lumajang, Jalan Alun-Alun Utara, telah dilaksanakan sosialisasi dan pembinaan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik). Acara yang berlangsung pada Kamis, 23 April 2026, mulai pukul 08.30 WIB ini dihadiri oleh perangkat desa dari tiga desa terpilih, yakni Desa Sumberwuluh, Desa Gucialit, dan Desa Gesang.Dalam kesempatan tersebut, Zatih, narasumber sekaligus pengampu materi dari BPS Lumajang, memaparkan secara komprehensif mengenai urgensi statistik dalam pembangunan desa. Menurut Zatih, program Desa Cantik bukan sekadar label administratif, melainkan sebuah transformasi cara kerja desa dalam mengelola data agar lebih akurat, mutakhir, dan bermanfaat bagi pengambilan kebijakan lokal.

Zatih menekankan bahwa pembinaan ini dirancang untuk menghasilkan dampak konkret yang berkelanjutan. Terdapat empat output utama yang menjadi target dari pelaksanaan program ini:

  1. Pengelolaan Statistik Mandiri: Terlaksananya kegiatan pengelolaan statistik yang terstruktur di tingkat desa, mulai dari pengumpulan hingga penyajian data.

  2. Pembentukan Agen Statistik: Terbentuknya figur Agen Statistik di desa yang telah mendapatkan pembinaan intensif, berfungsi sebagai motor penggerak literasi data di lingkungan perangkat desa.

  3. Apresiasi dan Legalisasi: Pemberian Piagam Penghargaan sebagai bentuk pengakuan atas komitmen dan keberhasilan desa dalam penyelenggaraan statistik secara mandiri.

  4. Predikat Desa Cantik: Penetapan desa dengan predikat "Desa Cantik". Kriteria utamanya adalah desa yang telah tuntas mendapatkan pembinaan oleh tim pembina BPS dan secara resmi menunjuk Agen Statistik desa untuk mengawal keberlanjutan program.

kan tercermin dalam beberapa produk digital maupun fisik. Output yang diharapkan muncul dari tangan para Agen Statistik desa meliputi penyusunan Monografi Desa yang lebih presisi, penerbitan Publikasi Desa dalam Angka, hingga pengelolaan Website Desa yang memuat dashboard data statistik."Data adalah kunci. Dengan adanya data yang tersaji di website maupun publikasi, pemerintah desa dapat dengan mudah memetakan potensi wilayah, mulai dari sektor pertanian hingga profil kemiskinan, sehingga intervensi program pemerintah pusat maupun daerah bisa tepat sasaran," ujar Zatih di hadapan para peserta.Pemilihan Desa Sumberwuluh, Desa Gucialit, dan Desa Gesang bukan tanpa alasan. Ketiga desa ini dinilai memiliki potensi besar dan komitmen tinggi untuk menjadi role model bagi desa-desa lain di Kabupaten Lumajang. Dengan bimbingan intensif dari BPS, diharapkan tidak ada lagi kesenjangan data antara pemerintah pusat dan desa.

Melalui sosialisasi ini, para Agen Statistik yang baru ditunjuk diharapkan mampu menjadi jembatan informasi. Selain mengelola data, mereka juga memiliki tugas melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya kejujuran dalam memberikan data saat pendataan lapangan dilakukan.Kegiatan di Kantor Bupati ini menandai langkah awal dari rangkaian panjang pembinaan lapangan yang akan dilakukan oleh tim BPS Lumajang. Dengan sinergi yang kuat antara BPS, Pemerintah Kabupaten, dan Pemerintah Desa, visi Lumajang Hebat bermartabat berbasis data yang kuat kini bukan lagi sekadar impian, melainkan target yang sedang diwujudka