Sambut Berkah, Warga Sumberwuluh Rebutan Dua Gunungan Hasil Bumi dalam Tradisi Sedekah Desa

  • Jul 04, 2026
  • SAMSUL ARIFIN

LUMAJANG – Ratusan warga Desa Sumberwuluh tumpah ruah di depan Balai Desa untuk mengikuti prosesi sakral Sedekah Desa pada Sabtu (4/7/2026) sore. Acara tahunan yang rutin digelar sebagai bentuk rasa syukur atas melimpahnya hasil bumi ini berlangsung meriah dan penuh khidmat, dengan puncak acara berupa pembagian dua gunungan hasil pertanian setinggi dua meter.

Pantauan di lokasi, antusiasme masyarakat sudah terlihat sejak siang hari. Warga dari berbagai dusun mulai memadati area kantor Balai Desa Sumberwuluh tepat setelah ba'da Asar, sekitar pukul 15.30 WIB. Mereka datang berbondong-bondong bersama keluarga, membawa semangat kebersamaan dan harapan untuk mendapatkan berkah dari gunungan yang telah disiapkan oleh panitia.

Tepat pukul 16.00 WIB, acara inti dimulai dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Dua gunungan megah yang tersusun rapi dari berbagai hasil bumi—mulai dari sayur-sayuran segar, buah-buahan, hingga palawija—berdiri kokoh di halaman balai desa. Gunungan tersebut melambangkan kekayaan alam Desa Sumberwuluh sekaligus simbol rasa terima kasih warga kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kesuburan tanah mereka sepanjang tahun.

Kepala Desa Sumberwuluh dalam sambutannya menyampaikan bahwa Sedekah Desa bukan sekadar rutinitas budaya, melainkan momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga.

"Tradisi ini adalah warisan leluhur yang harus kita jaga. Selain sebagai ungkapan syukur atas rezeki dan hasil panen yang melimpah, acara ini juga menjadi wadah memperkuat gotong royong dan kerukunan seluruh warga Sumberwuluh," ujarnya di sela-sela acara, Sabtu (4/7).

Begitu aba-aba dimulai dan doa selesai dipanjatkan, suasana khidmat seketika berubah menjadi riuh dan penuh kegembiraan. Ratusan warga yang semula tertib langsung merangsek maju untuk "ngalap berkah" atau berebut hasil bumi dari kedua gunungan tersebut.

Hanya dalam hitungan menit, dua gunungan besar itu ludes tak bersisa. Meski saling berdesakan, prosesi rebutan gunungan ini berlangsung aman, tertib, dan diwarnai gelak tawa khas suasana pedesaan. Warga percaya bahwa hasil bumi yang berhasil mereka bawa pulang dari gunungan tersebut akan mendatangkan berkah tersendiri bagi keluarga dan pertanian mereka di rumah.

Salah seorang warga, Aminah (42), mengaku sangat senang bisa mendapatkan beberapa ikat kacang panjang dan terong dari gunungan tersebut. Ia sengaja datang lebih awal setelah salat Asar agar bisa mendapatkan posisi paling depan.

"Alhamdulillah, setiap tahun saya selalu ikut. Ramai sekali sore ini. Hasil bumi ini nanti akan saya masak di rumah, harapannya semoga keluarga selalu diberi kesehatan dan rezeki yang lancar," ungkap Aminah dengan wajah sumringah.

Acara Sedekah Desa Sumberwuluh ini ditutup menjelang waktu Magrib dengan pembersihan area secara gotong royong oleh pemuda setempat. Tradisi yang memadukan nilai spiritual, sosial, dan budaya ini sukses memberikan hiburan sekaligus memperkokoh rasa persatuan di tengah masyarakat Desa Sumberwuluh. Warga berharap, melalui ritual ini, Desa Sumberwuluh senantiasa dijauhkan dari marabahaya dan diberkahi tanah yang semakin subur di masa depan.