Kelompok 2 KKN UIN Sunan Kalijaga Gelar Workshop Eco Enzym di Desa Sumberwuluh

  • Jul 15, 2026
  • SAMSUL ARIFIN

SUMBERWULUH – Dalam upaya mendorong pola hidup berkelanjutan dan pengelolaan limbah rumah tangga yang berbasis ramah lingkungan, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 2 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sukses menyelenggarakan kegiatan Workshop Pembuatan Eco Enzym. Kegiatan edukatif ini dilaksanakan pada Rabu, 15 Juli 2026, bertempat di Balai Desa Sumberwuluh. Dimulai tepat pukul 09.30 WIB, acara ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat penting dari Dusun Sumberwuluh Tengah.

Workshop ini menyasar kelompok masyarakat yang dinilai memiliki peran strategis dalam pengelolaan lingkungan hidup di tingkat keluarga dan pertanian. Sebanyak 25 orang peserta yang terdiri dari perwakilan Kelompok Tani, Ibu-Ibu Penggerak Kesejahteraan Keluarga (PKK), serta kader Gerbang Mas Dusun Sumberwuluh Tengah tampak hadir dan mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh antusiasme. Kehadiran mereka mencerminkan komitmen kuat warga dusun untuk mulai menerapkan konsep zero waste dari lingkungan terkecil.

Ketua KKN UIN Sunan Kalijaga Kelompok 2 menjelaskan bahwa pemilihan materi eco enzym ini didasari oleh melimpahnya sampah organik dapur—seperti kulit buah dan sisa sayuran—yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh warga. Melalui pemanfaatan teknologi fermentasi sederhana ini, sampah yang semula dibuang begitu saja dapat disulap menjadi cairan serbaguna yang bernilai guna tinggi, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun pertanian.

Selama kegiatan berlangsung, para mahasiswa KKN memberikan pemaparan materi secara detail mengenai teori dasar, formula perbandingan bahan, hingga proses fermentasi yang membutuhkan waktu selama tiga bulan. Tidak hanya sekadar mendengarkan pemaparan teori, 25 peserta yang hadir juga diajak langsung mempraktikkan cara pembuatan eco enzym. Proses pembuatan ini menggunakan formula standar, yaitu mencampurkan air, gula merah atau molase, serta sisa kulit buah dan sayuran segar dengan rasio yang telah ditentukan.

Antusiasme peserta terlihat jelas saat sesi tanya jawab dan praktik mandiri berlangsung. Perwakilan dari Ibu PKK mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini karena cairan eco enzym nantinya bisa digunakan sebagai pembersih lantai alami, detergen, hingga hand sanitizer tanpa bahan kimia berbahaya. Sementara itu, anggota Kelompok Tani melihat potensi besar dari eco enzym sebagai pupuk organik cair dan pestisida alami yang dapat meningkatkan kesuburan tanah tanpa merusak ekosistem pertanian di Dusun Sumberwuluh Tengah.

Pihak kader Gerbang Mas juga memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif yang diusung oleh Mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga ini. Program ini dinilai sejalan dengan visi desa untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan mandiri secara ekonomi melalui pengelolaan sampah yang bijak. Warga berharap pendampingan seperti ini tidak berhenti pada saat workshop saja, melainkan terus berlanjut hingga masa panen cairan eco enzym nanti.

Melalui pelaksanaan workshop ini, Kelompok 2 KKN UIN Sunan Kalijaga berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat Desa Sumberwuluh, khususnya Dusun Sumberwuluh Tengah, akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Langkah kecil berupa pemilahan dan pengolahan sampah organik menjadi eco enzym ini diharapkan mampu menjadi pemantik bagi lahirnya inovasi-inovasi hijau lainnya di masa depan demi kesejahteraan dan kesehatan masyarakat setempat. Acara kemudian ditutup pada siang hari dengan sesi foto bersama dan pembagian sampel awal eco enzym kepada seluruh peserta yang hadir