BPS Kabupaten Lumajang Perkuat Literasi Statistik dan Desa Cantik di Desa Sumberwuluh
- Apr 30, 2026
- SAMSUL ARIFIN
LUMAJANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lumajang terus berkomitmen meningkatkan kualitas data dari level akar rumput melalui kegiatan pembinaan literasi statistik dan sosialisasi Desa Cantik (Desa Cinta Statistik) serta Data Transformation for Statistical Empowerment Network-Socio Economic (DTSEN-SE). Kegiatan ini digelar secara intensif di Balai Desa Sumberwuluh pada Kamis, 30 April 2026, mulai pukul 10.00 WIB.
Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen strategis, mulai dari perwakilan Pemerintah Kecamatan Candipuro, perangkat desa Sumberwuluh, hingga para Ketua Rukun Warga (RW) setempat. Tak ketinggalan, hadir pula para Agen Statistik Desa yang menjadi ujung tombak pengelolaan data di wilayah tersebut.
Dalam sambutannya, perwakilan BPS Kabupaten Lumajang menekankan bahwa desa bukan lagi sekadar objek pembangunan, melainkan subjek yang harus berdaya dengan data. Pembinaan literasi ini bertujuan agar perangkat desa dan masyarakat memahami cara mengumpulkan, mengelola, serta memanfaatkan data statistik secara mandiri dan akurat."Data yang presisi adalah fondasi kebijakan yang tepat sasaran. Melalui literasi statistik, kita ingin memastikan bahwa setiap bantuan sosial atau program pembangunan di Desa Sumberwuluh didasarkan pada angka yang mencerminkan realitas di lapangan," ujar pemateri dari BPS Lumajang.
Fokus utama pertemuan kali ini adalah pengenalan kerangka DTSEN-SE. Program ini dirancang untuk mempercepat transformasi data sosial ekonomi desa ke dalam sistem digital yang terintegrasi. Dengan sistem ini, keterlambatan pelaporan data dapat diminimalisir, dan analisis potensi ekonomi desa bisa dilakukan secara lebih tajam.
Para Agen Statistik diberikan pelatihan singkat mengenai teknis pemutakhiran data secara digital. Sementara itu, para pengurus RW diajak untuk lebih proaktif dalam memvalidasi kondisi sosial ekonomi warga di lingkungan masing-masing guna memastikan data DTSEN-SE memiliki tingkat validitas yang tinggi.
Antusiasme terlihat dari diskusi interaktif antara perangkat Desa Sumberwuluh dengan tim BPS. Pihak pemerintah desa menyambut baik inisiatif ini, mengingat Desa Sumberwuluh merupakan wilayah yang dinamis dengan tantangan sosial ekonomi yang beragam, terutama pasca-pemulihan dampak bencana alam yang sempat melanda kawasan tersebut beberapa waktu lalu.Pihak Kecamatan Candipuro juga menegaskan dukungannya agar model pembinaan ini bisa menjadi percontohan bagi desa-desa lain di sekitarnya. Dengan sinergi antara BPS, kecamatan, dan desa, diharapkan tata kelola data di Lumajang semakin modern dan transparan.
Kegiatan yang berakhir pada siang hari ini ditutup dengan komitmen bersama untuk mewujudkan "Satu Data Indonesia" yang dimulai dari tingkat RW. BPS Lumajang berharap, melalui pembinaan rutin ini, para Agen Statistik dan perangkat desa tidak hanya mahir membaca angka, tetapi mampu menerjemahkan angka-angka tersebut menjadi kebijakan yang menyejahterakan masyarakat Sumberwuluh secara berkelanjutan.