Tradisi Jum'at legi Warga Sumberwuluh Berziarah ke Makam Keluarga
- Feb 13, 2026
- SAMSUL ARIFIN
Sumberwulu, Candipuro– Tradisi ziarah makam pada Jumat Legi atau Jumat Manis masih menjadi kebiasaan yang kuat di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Menariknya, aktivitas ziarah tidak hanya dilakukan pada Jumat pagi, tetapi sudah dimulai sejak Kamis sore.
Pantauan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat, sejumlah warga tampak berdatangan membawa bunga tabur dan perlengkapan doa. Mereka membersihkan makam keluarga, menabur bunga, dan memanjatkan doa secara khusyuk.
Memasuki Jumat pagi, jumlah peziarah meningkat signifikan. Area pemakaman terlihat lebih ramai dibanding hari biasa. Sebagian warga datang bersama keluarga besar, bahkan ada perantau yang menyempatkan pulang kampung untuk mengikuti tradisi tersebut.
Salah satu warga, Suyono (54), mengatakan kebiasaan ziarah sejak Kamis sore sudah berlangsung turun-temurun.
“Biasanya kami mulai Kamis sore setelah Asar. Tapi puncaknya memang Jumat pagi, karena dipercaya sebagai waktu yang lebih utama untuk berdoa,” ujarnya saat ditemui di area pemakaman.
Menurutnya, Jumat Legi dianggap sebagai hari yang baik dalam penanggalan Jawa untuk mendoakan leluhur. Selain nilai religius, tradisi ini juga menjadi momen mempererat hubungan keluarga dan silaturahmi antarwarga.
“Sekalian kumpul keluarga. Anak-anak juga kami ajak supaya tahu makam kakek-neneknya dan tidak melupakan asal-usul,” tambahnya. (Jum'at, 13/02/26)
Pemerintah desa setempat mendukung pelestarian tradisi tersebut selama warga tetap menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan makam. Hingga kini, Jumat Legi masih menjadi salah satu kearifan lokal yang dijaga oleh masyarakat Sumberwuluh di tengah perubahan zaman.