Sosialisasi Proyek Mitigasi Erupsi Semeru di Candipuro: Warga Dukung Penuh dengan Catatan Validasi Lahan

  • Feb 27, 2026
  • SAMSUL ARIFIN

LUMAJANG – Langkah antisipasi terhadap ancaman bencana vulkanik dari Gunung Semeru terus dikebut oleh pemerintah. Pada Jumat sore, 27 Februari 2026, bertempat di Kecamatan Candipuro, telah dilaksanakan sosialisasi krusial mengenai pelaksanaan Volcanic Disaster Risk Reduction Sector Loan Project Package S4.

Acara yang dimulai pukul 16.00 WIB ini menjadi ajang koordinasi penting antara pihak pelaksana proyek, aparatur keamanan, serta elemen masyarakat terdampak. Proyek strategis ini bertujuan untuk memperkuat infrastruktur penanganan risiko bencana di wilayah aliran sungai yang terdampak langsung oleh aktivitas vulkanik Semeru.

Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh berbagai pihak pemangku kepentingan, menunjukkan betapa vitalnya proyek ini bagi keselamatan warga. Hadir dalam pertemuan tersebut di antaranya:

  • Abib Raya selaku pelaksana proyek Package S4.

  • Jajaran Forkopimcam, termasuk Kapolsek dan Danramil Candipuro.

  • Para pemilik izin tambang di wilayah Desa Sumberwuluh.

  • Perwakilan BPD (Badan Permusyawaratan Desa).

  • Tokoh masyarakat, Kepala Dusun (Kasun), serta ketua RT dan RW setempat.

Kehadiran para pengusaha tambang menjadi sorotan utama, mengingat proyek mitigasi ini dipastikan akan bersinggungan dengan jalur distribusi dan area operasional pertambangan pasir yang menjadi urat nadi ekonomi di Sumberwuluh.

Dalam forum tersebut, suasana diskusi berlangsung kondusif namun tetap kritis. Pak Sunar, selaku Kepala Dusun (Kasun) Kebondeli Utara, mewakili suara warga memberikan apresiasi tinggi terhadap dimulainya proyek ini. Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur pengurangan risiko bencana adalah hal yang sangat dinantikan masyarakat demi rasa aman dari ancaman lahar dingin maupun awan panas.

"Kami pada dasarnya sangat mendukung pembangunan ini. Manfaatnya sangat besar bagi keamanan warga kami di Kebondeli Utara dan sekitarnya. Kami siap mengawal agar proyek ini berjalan lancar," ujar Pak Sunar dalam sambutannya.Namun, di balik dukungan tersebut, Pak Sunar menitipkan pesan penting terkait teknis pelaksanaan di lapangan. Beliau menyoroti masalah validasi lahan yang akan digunakan untuk titik-titik pembangunan fisik proyek.

"Untuk langkah selanjutnya, kami mohon dengan sangat agar dilakukan pendataan ulang atau validasi lahan secara mendalam. Kekhawatiran kami adalah jangan sampai ada lahan yang masuk dalam plot proyek ternyata masih merupakan hak milik warga atau lahan produktif yang legalitasnya belum terverifikasi dengan jelas. Kita ingin proyek sukses tanpa meninggalkan konflik agraria di kemudian hari," tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, pihak Abib Raya menyambut baik masukan dari perangkat desa. Pihaknya berjanji akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan dinas terkait dan pemerintah desa untuk memastikan batas-batas lahan yang akan dikerjakan. Sosialisasi ini merupakan tahap awal untuk menyamakan persepsi sebelum alat berat diturunkan ke lokasi.

Proyek Volcanic Disaster Risk Reduction ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam meminimalisir kerugian material maupun korban jiwa akibat erupsi Semeru. Dengan selesainya sosialisasi ini, diharapkan tahap konstruksi dapat segera dimulai dengan dukungan penuh dari masyarakat, namun tetap dengan penghormatan terhadap hak-hak kepemilikan lahan warga setempat.