Perkuat Edukasi Kebencanaan, Guru SMKN 1 Tekung Koordinasi Rencana Studi Lapang ke Sumberwuluh

  • Feb 02, 2026
  • SAMSUL ARIFIN

LUMAJANG – Menjelang pelaksanaan program edukasi luar kelas, perwakilan guru dari SMK Negeri 1 Tekung melakukan kunjungan resmi ke Kantor Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, pada Senin (02/02/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan koordinasi intensif serta pengajuan permohonan pendampingan (guide) terkait rencana kegiatan studi lapang bertema mitigasi bencana.Desa Sumberwuluh dipilih sebagai lokasi tujuan utama karena nilai edukatifnya yang tinggi dalam hal manajemen bencana, khususnya pasca-erupsi Semeru. Pihak sekolah memandang bahwa pembelajaran langsung di lapangan akan memberikan dampak yang jauh lebih signifikan bagi para siswa dibandingkan sekadar teori di dalam kelas.

Dalam pertemuan tersebut, Pak Nova, selaku perwakilan guru SMK Negeri 1 Tekung, memaparkan secara rinci rencana agenda yang akan dilaksanakan pada pekan depan. Beliau menekankan bahwa keselamatan dan pemahaman alur evakuasi adalah prioritas utama dalam kunjungan ini.

Berikut adalah poin-poin utama rencana studi lapang tersebut:

  • Waktu Pelaksanaan: Selasa dan Rabu, 10–11 Februari 2026.

  • Total Peserta: 400 siswa.

  • Sistem Pembagian: Guna menjaga kondusivitas lokasi dan efektivitas pembelajaran, peserta dibagi menjadi dua tahap:

    1. Tahap I (10 Februari): 200 Siswa.

    2. Tahap II (11 Februari): 200 Siswa.

"Kami membawa massa yang cukup besar, yakni 400 siswa. Oleh karena itu, kami membaginya menjadi dua gelombang agar proses penyampaian materi oleh pemandu lapangan bisa lebih maksimal dan tidak mengganggu aktivitas warga setempat," ujar Pak Nova saat memberikan penjelasan kepada perangkat desa. Fokus Materi: Mitigasi Bencana Kunjungan koordinasi ini juga membahas mengenai titik-titik lokasi yang akan dikunjungi siswa. Pihak SMK Negeri 1 Tekung berharap para pemandu dari Desa Sumberwuluh dapat memberikan wawasan mendalam mengenai:

  1. Sejarah dan Karakteristik Bencana: Mengenal potensi bahaya di kawasan lereng Semeru.

  2. Sistem Peringatan Dini: Cara kerja alat deteksi dan alur komunikasi saat status gunung meningkat.

  3. Jalur Evakuasi: Praktik langsung menyusuri rute aman menuju titik kumpul.

  4. Pemulihan Ekonomi & Lingkungan: Melihat bagaimana masyarakat bangkit kembali pasca-bencana.

Pihak Desa Sumberwuluh menyambut baik inisiatif ini. Perangkat desa menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi kebutuhan sekolah, termasuk menyiapkan personel yang kompeten untuk mendampingi para siswa selama dua hari kegiatan berlangsung. Kegiatan studi lapang ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam membentuk karakter siswa yang tangguh dan sadar bencana. Mengingat wilayah Lumajang secara geografis memiliki risiko bencana geologi yang nyata, edukasi sejak dini dianggap sebagai investasi keselamatan jangka panjang. "Kami ingin siswa tidak hanya pintar secara akademik, tapi juga memiliki insting penyelamatan diri yang baik. Desa Sumberwuluh adalah laboratorium alam terbaik bagi mereka untuk belajar tentang ketangguhan," tambah Pak Nova.

Dengan koordinasi yang matang ini, diharapkan pada tanggal 10 dan 11 Februari mendatang, seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan pengalaman berharga bagi 400 siswa SMK Negeri 1 Tekung.