Pemuda-Pemudi Musholla Ar-Rohmah Istiqomah Tadarus Tiap Malam
- Mar 09, 2026
- SAMSUL ARIFIN
Sumberwuluh– Lantunan ayat suci Al-Qur'an terdengar syahdu memecah keheningan malam di Dusun Sumberwuluh Tengah, Desa Sumberwuluh. Di tengah sejuknya udara pegunungan, Musholla Ar-Rohmah menjadi titik kumpul bagi para pemuda dan pemudi setempat untuk menghidupkan malam-malam bulan suci Ramadhan 1447 H dengan kegiatan tadarus bersama.Sejak hari pertama puasa, musholla yang menjadi pusat kegiatan ibadah warga Sumberwuluh Tengah ini tidak pernah sepi. Usai melaksanakan salat Isya dan Tarawih berjamaah, puluhan pemuda-pemudi tidak langsung beranjak pulang. Mereka membentuk lingkaran, membuka mushaf, dan secara bergantian melantunkan ayat-ayat suci hingga menjelang tengah malam.
Pemandangan ini menjadi oase menyejukkan di tengah gempuran tren gadget yang seringkali menyita waktu generasi muda. Di Musholla Ar-Rohmah, para pemuda menunjukkan bahwa semangat spiritualitas tetap terjaga kuat di desa mereka. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan ajang mempererat tali silaturahmi antarwarga.Ainul, salah satu pemuda setempat yang dikenal rutin dan aktif mengikuti tadarus, mengungkapkan rasa syukurnya atas konsistensi rekan-rekannya tahun ini. Baginya, berada di dalam musholla dan berkutat dengan ayat-ayat Allah memberikan ketenangan batin yang tidak ternilai.
"Alhamdulillah, antusiasme teman-teman tahun ini sangat luar biasa. Kami berkumpul di sini setiap malam bukan hanya untuk mengejar target khatam Al-Qur'an, tapi juga untuk saling menjaga semangat dalam beribadah," ujar Ainul saat ditemui di sela-sela kegiatannya, Senin (09/03/2026).
Lebih lanjut, Ainul berharap agar momentum Ramadhan tahun 2026 ini menjadi titik balik bagi dirinya dan pemuda lainnya untuk menjadi pribadi yang lebih baik. "Harapan saya sederhana namun mendalam, semoga di bulan Ramadhan ini kita semua mendapatkan hidayah dan keberkahan dari Allah SWT," tambahnya dengan penuh harap.
Kegiatan positif ini pun mendapat apresiasi tinggi dari para sesepuh dan tokoh masyarakat di Desa Sumberwuluh. Kehadiran pemudi yang turut serta dalam kelompok tadarus (dengan jadwal dan tempat yang diatur sesuai norma setempat) menunjukkan bahwa pendidikan agama di desa ini berjalan dengan inklusif dan harmonis.
Keaktifan pemuda-pemudi ini dianggap sebagai benteng pertahanan moral desa. Di tengah tantangan zaman, tadarus menjadi sarana edukasi efektif untuk memperlancar bacaan Al-Qur'an sekaligus memahami makna-makna yang terkandung di dalamnya melalui diskusi ringan setelah membaca.
Panitia kecil di Musholla Ar-Rohmah menargetkan setidaknya bisa mengkhatamkan Al-Qur'an sebanyak tiga hingga empat kali selama bulan Ramadhan. Pola yang digunakan adalah sistem sima’an, di mana satu orang membaca dan yang lain menyimak serta membenarkan jika ada kesalahan tajwid.
Suasana kebersamaan semakin terasa saat waktu istirahat tiba. Warga sekitar secara bergantian mengirimkan kudapan atau minuman hangat untuk para peserta tadarus. Tradisi saling berbagi ini memperkuat ekosistem sosial di Sumberwuluh Tengah, menjadikan Ramadhan bukan hanya soal menahan lapar, tapi soal memperkuat ikatan kemanusiaan.Dengan adanya kegiatan rutin di Musholla Ar-Rohmah ini, Desa Sumberwuluh membuktikan bahwa cahaya Al-Qur'an tetap bersinar terang di tangan generasi mudanya. Semangat Ainul dan kawan-kawan adalah bukti nyata bahwa hidayah dapat dicari melalui ketekunan dan kebersamaan di rumah ibadah.