Museum Kenangan Semeru Menyimpan Sisa Erupsi 2021 Sebagai Media Edukasi Mitigasi
- Feb 05, 2026
- SAMSUL ARIFIN
Sumberwuluh, 05 Februari 2026 ,Waktu seolah berhenti di sebuah bangunan sederhana di Dusun Kamarkajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Di sana, berdiri Museum Kenangan Semeru, sebuah ruang kolektif yang menyimpan sisa-sisa peradaban warga yang luluh lantak akibat erupsi dahsyat Gunung Semeru pada Desember 2021 silam.
Bukan berisi benda purbakala mahal, museum ini memajang "harta karun" yang memilukan: peralatan rumah tangga yang telah berubah bentuk. Mulai dari sepeda motor yang kerangka besinya melengkung terkena panas awan panas guguran (APG), televisi yang layarnya meleleh, hingga perlengkapan dapur yang tertimbun material vulkanik abu-abu pekat. Jejak Luka dari Kamarkajang dan Kampung Renteng, Barang-barang yang dipamerkan mayoritas berasal dari Dusun Kamarkajang dan Kampung Renteng, dua wilayah di Desa Sumberwuluh yang mengalami dampak paling parah. Bagi pengunjung, melihat tumpukan piring yang menyatu dengan pasir atau sepatu bot yang mengeras bukan sekadar melihat benda mati, melainkan menyaksikan detik-detik mencekam saat warga harus merelakan segalanya demi menyelamatkan nyawa.
Museum ini didirikan bukan untuk mengeksploitasi kesedihan, melainkan sebagai pengingat akan dahsyatnya kekuatan alam dan ketangguhan manusia dalam menghadapinya.Sarana Edukasi dan Mitigasi Bencana, Sekretaris Desa (Sekdes) Sumberwuluh, Samsul, menegaskan bahwa keberadaan museum ini memiliki misi besar bagi masa depan. Ia memandang koleksi-koleksi tersebut sebagai media pembelajaran visual yang jauh lebih efektif daripada sekadar teori di buku sekolah.
"Museum ini adalah sarana kita untuk memberikan edukasi kepada anak cucu kita nantinya. Kami ingin mereka tahu sejarah desa ini dan bagaimana alam bekerja, agar mereka lebih siap dan waspada," ujar Samsul. Lebih lanjut, Samsul mengajak berbagai pihak, terutama instansi pendidikan, untuk menjadikan Museum Kenangan Semeru sebagai laboratorium sosial dan pusat studi mitigasi bencana. Ia ingin generasi muda memahami bahwa mereka hidup di wilayah ring of fire, sehingga kesiapsiagaan adalah kunci keselamatan. Undangan bagi Lembaga Pendidikan Pemerintah Desa Sumberwuluh secara terbuka mengundang sekolah-sekolah, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, untuk berkunjung. Pihak desa berkomitmen untuk memberikan pendampingan dan narasi langsung mengenai kronologi kejadian serta langkah-langkah evakuasi yang terjadi saat itu.
"Ayo lembaga sekolah, kalau mau edukasi tentang mitigasi bencana, silakan datang ke sini. Bisa hubungi kami, kami siap menceritakan semuanya secara detail," pungkas Samsul dengan semangat mengajak masyarakat luas. Melalui museum ini, diharapkan memori kolektif tentang erupsi 2021 tetap terjaga. Bukan sebagai trauma yang melumpuhkan, melainkan sebagai fondasi untuk membangun masyarakat yang lebih tangguh dan sadar bencana di masa depan