Lelah Menunggu Kepastian, Warga Gunung Sawur Swadaya Bangun Jalan Rabat Beton
- Feb 15, 2026
- SAMSUL ARIFIN
Sumberwuluh,Minggu, 15 Februari 2026, Semangat gotong royong kembali dibuktikan oleh masyarakat Dusun Gunung Sawur, Desa Sumberwuluh. Di tengah keterbatasan anggaran pemerintah daerah yang terdampak kebijakan efisiensi pusat, warga setempat memilih untuk tidak berpangku tangan. Mereka secara kolektif mengumpulkan dana dan tenaga untuk membangun jalan rabat beton demi kelancaran akses ekonomi dan mobilitas harian.Ini Adalah Jalan Kabupaten, jadi untuk perbaikan adalah kewajiban kabupaten untuk memperbaikinya.Sejak pagi buta, deru mesin pengaduk semen (molen) sudah memecah keheningan di kawasan lereng Gunung Semeru tersebut. Puluhan warga tampak berbagi tugas; ada yang mengangkut material pasir, mengaduk semen, hingga meratakan adonan beton di atas permukaan jalan yang sebelumnya rusak parah.
Spontanitas di Tengah Keterbatasan
Salah satu warga yang terlibat aktif dalam aksi ini, Herman, mengungkapkan bahwa langkah ini diambil secara spontanitas. Menurutnya, kondisi jalan yang rusak sudah cukup lama dikeluhkan, namun hingga kini perbaikan dari instansi terkait belum juga terealisasi.
"Jalan ini murni swadaya warga sendiri. Kami bergerak secara spontan karena memang kebutuhan akan jalan yang layak sudah sangat mendesak," ujar Herman di sela-sela kegiatannya mencangkul material.
Herman menjelaskan bahwa warga sangat memahami kondisi pemerintahan saat ini. Ia menyadari bahwa banyak pos anggaran yang terkena kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat, sehingga pembangunan di tingkat desa atau dusun seringkali mengalami penundaan.
"Kami memaklumi kondisi pemerintah yang saat ini banyak efisiensi anggaran dari pusat. Jadi, daripada hanya menunggu tanpa kepastian sementara aktivitas warga terhambat, kami sepakat untuk urunan dan bekerja bersama," tambahnya dengan nada maklum.
Skala Prioritas: Menambal yang Paling Parah
Mengingat dana yang digunakan berasal dari kantong pribadi warga, pembangunan ini dilakukan dengan strategi skala prioritas. Herman menyebutkan bahwa pekerjaan saat ini disesuaikan dengan ketersediaan anggaran yang terkumpul. Fokus utama adalah titik-titik jalan yang kerusakannya paling fatal dan membahayakan pengendara.
"Untuk pekerjaan sementara ini, kami menyesuaikan anggaran. Jadi, titik-titik yang rusak parah dulu yang kami kerjakan. Kalau nanti ada rezeki lagi atau tambahan swadaya, baru kita lanjutkan ke bagian yang lain," jelas Herman.
Langkah ini diambil agar dana yang terbatas bisa memberikan dampak yang maksimal. Warga tidak ingin memaksakan membangun seluruh panjang jalan jika kualitasnya tidak terjaga. Rabat beton dipilih karena dinilai lebih tahan lama dibandingkan hanya sekadar menambal dengan tanah atau makadam.
Akses Vital Ekonomi Desa
Dusun Gunung Sawur merupakan salah satu titik penting di Desa Sumberwuluh, terutama dalam sektor pertanian dan pariwisata lokal. Akses jalan yang baik sangat krusial bagi para petani untuk mengangkut hasil bumi ke pasar. Selama ini, lubang-lubang besar di jalan seringkali membuat biaya transportasi membengkak dan risiko kecelakaan meningkat, terutama saat musim hujan tiba.
Aksi kerja bakti ini tidak hanya sekadar membangun infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat ikatan sosial antarwarga. Pemuda, orang tua, hingga para ibu yang menyediakan konsumsi, semuanya bahu-membahu dalam proyek "kemandirian" ini.
Fenomena di Gunung Sawur ini menjadi potret nyata bagaimana masyarakat desa memiliki daya lenting yang tinggi. Di saat birokrasi dan anggaran negara mengalami hambatan, kekuatan modal sosial berupa gotong royong menjadi solusi alternatif yang efektif.
Meskipun warga telah menunjukkan kemandiriannya, mereka tetap berharap agar di masa depan, pemerintah tetap memberikan perhatian pada infrastruktur di wilayah pelosok. Swadaya ini diharapkan menjadi pemicu bagi pemerintah daerah untuk setidaknya memberikan stimulan atau bantuan material pada tahap pembangunan selanjutnya.