BPS Lumajang dan Pemkab Kolaborasi Perkuat Literasi Statistik Lewat Program ‘Desa Cantik’
- Apr 23, 2026
- SAMSUL ARIFIN
LUMAJANG – Pemerintah Kabupaten Lumajang terus berupaya memperkuat tata kelola data dari tingkat akar rumput. Pada Kamis, 23 April 2026, bertempat di Ruang Rapat Nararya Kirana, Lantai 3 Kantor Bupati Lumajang, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lumajang menggelar sosialisasi intensif mengenai Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik). Kegiatan ini berfokus pada kolaborasi pemanfaatan Data Terpadu Sektor Ekonomi Nasional (DTSEN).
Acara yang dimulai pukul 08.30 WIB ini merupakan tindak lanjut langsung dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025 tentang DTSEN, yang mengamanatkan integrasi data ekonomi yang akurat untuk percepatan pembangunan nasional. Sosialisasi kali ini menyasar tiga desa percontohan (pilot project) di Kabupaten Lumajang, yakni Desa Sumberwuluh, Desa Gucialit, dan Desa Gesang.
Zatih, perwakilan dari BPS Lumajang yang bertindak sebagai pemateri utama, menekankan bahwa program Desa Cantik bukan sekadar label, melainkan upaya standardisasi pengelolaan data oleh perangkat desa. Menurutnya, desa tidak boleh lagi hanya menjadi objek pendataan, tetapi harus mampu menjadi subjek atau agen yang mengelola datanya sendiri."Melalui Inpres Nomor 4 Tahun 2025, negara memberikan mandat jelas bahwa DTSEN adalah instrumen krusial. Desa-desa terpilih seperti Sumberwuluh, Gucialit, dan Gesang akan menjadi pionir dalam memastikan data sektoral ekonomi di wilayahnya selaras dengan standar nasional," ujar Zatih di hadapan para kepala desa dan operator data.
Dalam paparannya, Zatih menjelaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk menghilangkan tumpang tindih data ekonomi di tingkat lokal. Dengan DTSEN, potensi ekonomi desa—mulai dari UMKM hingga komoditas unggulan—akan terpetakan secara digital dan terintegrasi. Hal ini memudahkan pemerintah daerah dalam menyalurkan bantuan atau menentukan program pemberdayaan yang tepat sasaran.
Zatih juga menambahkan bahwa terpilihnya tiga desa tersebut didasarkan pada kesiapan infrastruktur dan komitmen pimpinan desa dalam literasi digital. "Desa Gucialit dengan potensi wisatanya, Sumberwuluh dengan manajemen kebencanaannya, dan Gesang dengan sektor pertaniannya, memerlukan akurasi data agar bantuan pemerintah pusat maupun daerah tidak salah sasaran," tambahnya.Pihak Pemerintah Kabupaten Lumajang menyambut baik langkah BPS. Integrasi ini diharapkan mampu mempercepat visi Lumajang dalam mewujudkan Satu Data Indonesia. Ruang Rapat Nararya Kirana menjadi saksi komitmen bersama untuk membekali perangkat desa dengan kemampuan teknis pengolahan data statistik dasar.