Bertukar Berkat Tradisi Megengan Di Musholla Darul Muttakin Desa Sumberwuluh
- Feb 18, 2026
- SAMSUL ARIFIN
Sumberwuluh, Candipuro — Seiring dengan datangnya bulan suci Ramadan, warga Desa Sumberwuluh, Candipuro, kembali menggelar tradisi megengan yang sudah menjadi warisan budaya turun-temurun. Pada hari tertentu menjelang bulan puasa, warga berkumpul di Musholla Darul Muttaqin, Krajan, setelah salat Maghrib, membawa berbagai macam hidangan, yang kemudian dikumpulkan di satu tempat untuk saling bertukar berkat.
"Tradisi ini sudah berlangsung sejak saya kecil. Kami membawa berkat berupa makanan khas desa seperti ketupat, sayur, nasi jagung, hingga kue tradisional. Setelah itu, kami bertukar dengan warga lain. Tak hanya sekadar berbagi makanan, namun juga berbagi kebahagiaan dan mempererat silaturahmi," ujar abah Usman (72), seorang tokoh masyarakat setempat yang turut memimpin kegiatan ini. Rabu, (18/02/26)
Warga yang hadir mengaku sangat menantikan acara ini setiap tahun. Selain makanan yang ditukar, tradisi ini juga menjadi momen untuk saling berbagi cerita dan pengalaman, terutama terkait persiapan Ramadan. Menurut mereka, saling berbagi berkat menjadi sarana untuk memperkuat rasa kebersamaan sebelum memulai bulan suci Ramadan.
Lebih dari sekadar acara tradisional, megengan ini memiliki makna religius, yaitu menyambut datangnya bulan penuh berkah dengan penuh rasa syukur dan saling berbagi. Ibu Munifah (45), salah satu warga mengatakan, "Saya merasa sangat terharu setiap kali melihat suasana ini. Semua warga berkumpul, saling bertukar makanan, dan tak lupa mengucapkan doa-doa agar Ramadan tahun ini bisa dijalankan dengan penuh berkah."
Kegiatan megengan di Desa Sumberwuluh ini bukan hanya soal makanan, tetapi lebih kepada semangat untuk saling mendekatkan diri kepada Tuhan dan kepada sesama. Suasana penuh kebersamaan itu pun tampak jelas dalam setiap interaksi antarwarga.