Berkah Ramadhan di Sawah Bondeli
- Mar 10, 2026
- SAMSUL ARIFIN
Sumberwuluh – Suasana bulan suci Ramadhan 1447 H di Dusun Bondeli Selatan, Desa Sumberwuluh, terasa jauh lebih khidmat dan penuh suka cita tahun ini. Di saat umat Muslim menjalankan ibadah puasa, para petani di wilayah selatan desa ini justru mendapatkan kado istimewa dari alam. Tepat di pertengahan bulan Ramadhan, hamparan sawah di Bondeli Selatan mulai menguning, menandakan musim panen raya telah tiba, Selasa (10/03/2026).
Pemandangan kesibukan di sawah menjadi pemandangan kontras namun harmonis dengan suasana religi di desa. Meskipun cuaca cukup terik dan para petani sedang dalam kondisi berpuasa, semangat mereka tidak surut untuk memanen bulir-bulir padi yang telah mereka rawat selama berbulan-bulan.
Bagi masyarakat Bondeli Selatan, panen yang jatuh tepat di bulan Ramadhan dianggap sebagai bentuk "Double Berkah". Di satu sisi mereka menjalankan kewajiban agama, di sisi lain ketahanan pangan keluarga mereka terjamin dengan hasil bumi yang memuaskan.Salah satu petani setempat yang ditemui di pematang sawah mengungkapkan rasa syukurnya yang mendalam. Sambil sesekali menyeka keringat di dahi, ia memperhatikan mesin perontok padi yang sedang bekerja keras.
"Alhamdulillah, ini benar-benar berkah bulan Ramadhan bagi kami. Di pertengahan bulan suci ini, padi kami sudah siap panen. Meskipun kerja di sawah sambil puasa itu tantangan tersendiri, rasa lelahnya hilang tertutup rasa syukur karena hasilnya bagus," ujarnya dengan wajah berseri-seri.
Kualitas gabah pada musim tanam kali ini dinilai cukup baik. Minimnya serangan hama serta ketersediaan air yang cukup selama masa tanam di awal tahun menjadi faktor utama melimpahnya hasil panen di Bondeli Selatan. Hal ini tentu menjadi angin segar bagi ekonomi warga desa, mengingat kebutuhan pokok biasanya meningkat menjelang hari raya Idul Fitri.Tradisi gotong royong khas masyarakat pedesaan masih terlihat kental dalam proses panen kali ini. Para tetangga dan sesama petani saling membantu proses pemotongan padi hingga pengangkutan karung-karung gabah ke rumah-rumah warga atau ke penggilingan terdekat.
Kegiatan panen ini juga berdampak positif pada stok pangan di Desa Sumberwuluh secara keseluruhan. Dengan adanya panen di pertengahan Ramadhan, warga tidak perlu khawatir akan kenaikan harga beras di pasar yang sering terjadi menjelang lebaran. Banyak petani yang memilih untuk menyimpan sebagian hasil panennya sebagai cadangan pangan keluarga dan menjual sisanya untuk memenuhi kebutuhan Idul Fitri.
Panen raya di Bondeli Selatan ini juga menjadi perhatian Pemerintah Desa Sumberwuluh. Keberhasilan petani dalam mengelola lahan di tengah perubahan iklim yang tidak menentu menunjukkan ketangguhan masyarakat lokal. Pihak desa berharap, keberhasilan ini dapat memotivasi generasi muda untuk tetap melestarikan sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi desa.Bagi para petani, panen ini bukan hanya soal materi, melainkan soal ketenangan batin. Bisa berbuka puasa dengan nasi dari hasil keringat sendiri di sawah sendiri memberikan kepuasan yang luar biasa.
"Semoga hasil panen ini menjadi modal kami untuk berlebaran dengan tenang. Kami berharap harga gabah di tingkat petani juga tetap stabil sehingga jerih payah kami selama ini terbayar lunas," tambah salah satu warga Bondeli Selatan lainnya.Seiring matahari mulai condong ke barat, aktivitas di sawah Bondeli Selatan perlahan mereda. Karung-karung padi telah berjajar rapi, siap diangkut sebelum waktu berbuka tiba. Ramadhan di Desa Sumberwuluh tahun ini memang benar-benar membawa warna tersendiri—warna kuning keemasan dari bulir padi yang membawa kemakmuran bagi warganya.