Bazar Murah BUMDes Sumber Rezeki Ludes, 1 Kwintal Lele Segar Diserbu Warga Sumberwuluh

  • Mar 16, 2026
  • SAMSUL ARIFIN

SUMBERWULUH – Program ketahanan pangan Desa Sumberwuluh yang dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber Rezeki kembali menunjukkan taringnya. Kali ini, komoditas ikan lele menjadi primadona dalam gelaran Bazar Murah yang diselenggarakan di area pasar desa, Senin (16/03/2026).

Sejak pagi buta, kolam-kolam penampungan sementara yang disiapkan panitia sudah dikerumuni warga, mayoritas ibu rumah tangga, yang antusias mendapatkan protein hewani dengan harga di bawah pasar namun dengan kualitas terbaik.Stok Melimpah dari Program Ketahanan Pangan ,Dimas, selaku pengelola unit perikanan lele di BUMDes Sumber Rezeki, menjelaskan bahwa bazar kali ini merupakan hasil panen dari program ketahanan pangan desa yang dikelola secara mandiri. Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang hari raya, pihaknya telah menyiapkan stok yang cukup besar.

"Untuk bazar murah hari ini, kami menyiapkan sekitar 1 kwintal ikan lele. Semuanya merupakan hasil budidaya unit ketahanan pangan BUMDes Sumber Rezeki yang dikelola dengan standar pakan berkualitas agar dagingnya gurih dan padat," ujar Dimas di sela-sela kesibukannya melayani pembeli.

Dimas menambahkan bahwa tujuan utama dari penjualan ini bukan sekadar mengejar profit, melainkan untuk memastikan warga desa mendapatkan akses pangan bergizi dengan harga yang terjangkau. "Kami ingin hasil dari BUMDes ini dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat kita sendiri," imbuhnya.

Antusiasme warga terlihat dari cepatnya stok lele yang berkurang. Salah satu faktor utama yang membuat warga rela mengantre adalah kondisi ikan yang masih sangat segar. Berbeda dengan lele di pasar umum yang terkadang sudah melalui proses distribusi panjang, lele di bazar BUMDes ini dijual dalam kondisi hidup.

"Senang sekali ada bazar seperti ini. Lelenya masih lincah, segar, dan ukurannya pas untuk digoreng. Harganya juga jauh lebih murah dibandingkan di pasar," ungkap salah satu warga sambil menenteng plastik berisi ikan.Meski disambut positif, interaksi hangat antara pengelola dan pembeli juga diwarnai dengan masukan-masukan unik yang memancing tawa. Hanif, salah satu pembeli yang ikut mengantre, sempat melontarkan candaan sekaligus usul kepada pengelola saat sedang menimbang belanjaannya.

Sambil tersenyum lebar, Hanif bertanya mengapa pihak BUMDes tidak sekalian menyediakan jasa pembersihan ikan."Lelenya bagus-bagus, Mas Dimas. Tapi kalau boleh usul, kenapa tidak sekalian dibeteti (dibersihkan) dan diberi bumbu kuning? Kalau sudah siap goreng begitu kan enak, kita yang beli tinggal cemplung ke wajan saja di rumah," celetuk Hanif yang langsung disambut tawa oleh pembeli lainnya.Candaan Hanif ini sebenarnya mencerminkan harapan warga akan adanya inovasi produk turunan dari BUMDes. Menanggapi hal tersebut, Dimas hanya tersenyum dan berjanji akan mempertimbangkan usulan tersebut sebagai bahan evaluasi pengembangan unit usaha BUMDes ke depan, misalnya dengan menyediakan varian "Lele Bumbu Frozen".Keberhasilan bazar lele ini membuktikan bahwa program ketahanan pangan jika dikelola secara serius melalui BUMDes dapat menjadi pilar ekonomi desa yang kuat. Tidak hanya menyediakan pangan murah, kegiatan ini juga mempererat silaturahmi antarwarga melalui interaksi jual beli yang guyub.Hingga siang hari, hampir seluruh stok 1 kwintal lele ludes terjual. Pihak BUMDes Sumber Rezeki berharap program ini dapat terus berkelanjutan dan jenis komoditas yang dijual bisa semakin beragam untuk memenuhi kebutuhan dapur warga.