Tradisi Khotmil Qur’an Rutin Dilaksanakan Ba’da Asar Hingga Hari Ketujuh Saat ada Warga Meninggal Dunia di Sumberwuluh
- Jan 12, 2026
- SAMSUL ARIFIN
Sumberwuluh, Candipuro — Warga Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, secara rutin melaksanakan khotmil Qur’an ba’da Asar hingga hari ketujuh setiap kali ada warga yang meninggal dunia. Kegiatan ini menjadi tradisi keagamaan masyarakat sebagai bentuk doa bersama untuk almarhum sekaligus mempererat solidaritas sosial antarwarga.
Khotmil Qur’an diselenggarakan di rumah duka pada sore hari setelah salat Asar dan dilaksanakan secara berkelanjutan hingga hari ketujuh pascawafat. Kegiatan ini melibatkan warga sekitar, tokoh agama, serta keluarga almarhum. Warga membaca Al-Qur’an secara bergantian hingga khatam, kemudian ditutup dengan doa bersama.
Salah satu warga Sumberwuluh, Ustadz Muslimin, menjelaskan bahwa pelaksanaan khotmil Qur’an hingga hari ketujuh telah menjadi kebiasaan turun-temurun di desa tersebut.
“Khotmil Qur’an ba’da Asar yang dilaksanakan sampai hari ketujuh ini sudah menjadi tradisi di Sumberwuluh. Selain mendoakan almarhum, kegiatan ini juga menjadi sarana kebersamaan dan saling menguatkan bagi keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya saat diwawancarai.
Ia menambahkan, partisipasi warga dalam kegiatan ini menunjukkan kuatnya nilai kepedulian sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.
Melalui tradisi khotmil Qur’an ini, masyarakat berharap pahala bacaan Al-Qur’an dapat dihadiahkan kepada almarhum serta membawa ketenangan dan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan.