Proyek Rabat Beton Dusun Kebonagung Capai 50%, Cuaca Jadi Kendala Utama
- Nov 26, 2024
- SAMSUL ARIFIN
Pembangunan rabat beton di Dusun Kebonagung, Desa Sumberwuluh, kini telah mencapai sekitar 50% dari total progres yang direncanakan. Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TIMLAK), Sukani, menyampaikan bahwa proses pengerjaan berjalan cukup lancar, meskipun sempat terkendala oleh faktor cuaca. “Kendala utama kami hanya di cuaca. Jika cuaca mendukung, kami optimis pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target,” ujar Sukani saat ditemui di lokasi pembangunan.
Proyek rabat beton ini merupakan bagian dari program peningkatan infrastruktur desa untuk mendukung mobilitas dan kesejahteraan masyarakat. Kepala Desa Sumberwuluh, Sulhan, menjelaskan bahwa pembangunan jalan ini telah melalui kesepakatan bersama dengan warga sekitar. “Saat rapat di balai desa, warga sepakat bahwa selama proses pembangunan jalan, akses akan ditutup sementara, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat, demi kelancaran pengerjaan,” ungkap Sulhan.
Selain itu, Sulhan juga menyampaikan bahwa pembangunan jalan desa dilakukan secara bertahap setiap tahunnya. “Kita bergantian tiap tahun untuk jalan-jalan desa lainnya, karena memang terkendala oleh keterbatasan anggaran. Namun, kami tetap berupaya semaksimal mungkin agar pembangunan ini bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat,” tambahnya.
Masyarakat Dusun Kebonagung mendukung penuh pelaksanaan pembangunan ini. Salah satu warga, Pak Agus, menyatakan bahwa penutupan jalan sementara bukanlah masalah besar jika dibandingkan dengan manfaat jangka panjang yang akan dirasakan. “Dengan jalan yang bagus, akses jadi lebih mudah, terutama untuk ke pasar atau sekolah,” katanya.
Proyek rabat beton ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas infrastruktur desa sekaligus mendukung perekonomian warga. Pemerintah Desa Sumberwuluh terus berupaya mencari solusi terbaik agar pekerjaan selesai tepat waktu dan kualitas pembangunan tetap terjaga.
Sementara itu, cuaca masih menjadi perhatian utama dalam proses pengerjaan. TIMLAK dan pekerja berharap agar kondisi cuaca tetap stabil agar pembangunan dapat rampung sesuai jadwal yang telah ditentukan. “Kita berdoa bersama agar pembangunan ini selesai tanpa kendala berarti,” tutup Sukani.
Dengan selesainya proyek ini nanti, diharapkan mobilitas warga akan lebih lancar dan desa semakin berkembang menuju kesejahteraan bersama.