Petugas Pos Pantau Gunung Semeru Rutin Laporkan Aktivitas Vulkanik
- Jun 12, 2024
- SAMSUL ARIFIN
Lumajang, Jawa Timur – Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3676 mdpl, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya. Petugas Pos Pantau Gunung Semeru yang bertugas di Gunung Sawur rutin melaporkan kondisi gunung setiap enam jam sekali. Hal ini dilakukan untuk memastikan pemantauan yang tepat dan memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat sekitar.
Cak Sul, Sekretaris Desa Sumberwuluh yang ikut bergabung dalam grup WhatsApp pemantauan aktivitas Gunung Semeru, mengonfirmasi hal ini. “Petugas memang rutin melaporkan, tapi kalau ada aktivitas Gunung Semeru yang mendesak, seperti terjadinya guguran awan panas atau getaran akibat banjir lahar, laporan akan disampaikan langsung secara kondisional sesuai dengan situasi yang terjadi,” ujarnya.
Berikut ini adalah laporan aktivitas Gunung Semeru untuk periode pengamatan 12 Juni 2024 pukul 00:00 hingga 06:00 WIB:
Laporan Aktivitas Gunung Semeru
Gunungapi
- Nama: Semeru
- Tinggi: 3676 mdpl
- Lokasi: Lumajang dan Malang, Jawa Timur
Meteorologi
- Cuaca: Mendung
- Angin: Bertiup lemah ke arah barat
- Suhu udara: 18-19 °C
Visual
- Kondisi gunung: Kabut 0-II hingga kabut 0-III
- Asap kawah: Tidak teramati
- Asap letusan dan hembusan: Tidak teramati karena tertutup kabut
- Letusan: Disertai suara gemuruh lemah hingga sedang
Kegempaan
- Letusan: 49 kali (Amplitudo 11-24 mm, Durasi 69-143 detik)
- Guguran: 12 kali (Amplitudo 2-4 mm, Durasi 52-125 detik)
- Hembusan: 2 kali (Amplitudo 3-4 mm, Durasi 52-72 detik)
- Tektonik Jauh: 2 kali (Amplitudo 26-40 mm, S-P 14-16 detik, Durasi 43-79 detik)
Keterangan Lain
- Nihil
Tingkat Aktivitas
- Level: III (Siaga)
Rekomendasi
-
Zona Bahaya Besuk Kobokan: Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
-
Radius Bahaya Kawah/Puncak: Tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.
-
Kewaspadaan di Sepanjang Aliran Sungai: Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru. Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Dengan kondisi Gunung Semeru yang terus aktif, pemantauan dan pelaporan rutin menjadi sangat penting. Keselamatan warga sekitar menjadi prioritas utama, sehingga rekomendasi dari Badan Geologi dan PVMBG harus dipatuhi dengan ketat. Diharapkan masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah Gunung Semeru selalu waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.
Untuk informasi lebih lanjut dan update terkini, masyarakat dapat mengakses situs resmi PVMBG di magma.esdm.go.id atau melalui media sosial PVMBG di linktr.ee/PVMBG.