Pembangunan Berkelanjutan Melalui PKTD: Desa Sumberwuluh Kembangkan Wisata Kalipinusan Poncosumo
- Oct 14, 2025
- SAMSUL ARIFIN
Sumberwuluh, 14 Oktober 2025 – Semangat gotong royong dan pemberdayaan masyarakat kembali menggema di Desa Sumberwuluh. Melalui alokasi Dana Desa tahun anggaran 2025, Pemerintah Desa Sumberwuluh sukses melaksanakan program Padat Karya Tunai Desa (PKTD). Kegiatan ini berfokus pada pengembangan dan peningkatan infrastruktur di kawasan Wisata Kalipinusan Poncosumo, yang terletak di Dusun Poncosumo. Langkah strategis ini tidak hanya bertujuan untuk mempercepat pembangunan wilayah wisata, tetapi juga untuk memberikan dampak ekonomi langsung kepada warga sekitar.
PKTD di Kalipinusan Poncosumo dimulai sejak awal Oktober dan mencapai puncaknya pada pekan kedua bulan ini. Program ini melibatkan puluhan warga setempat yang antusias mengambil bagian dalam berbagai pekerjaan fisik. Jenis pekerjaan yang dilakukan meliputi perbaikan akses jalan menuju lokasi wisata, penataan area parkir, pembangunan beberapa fasilitas pendukung seperti area Camping, serta pembersihan dan penanaman vegetasi di sekitar mata air Kalipinusan. Keterlibatan aktif masyarakat dalam proses perencanaan hingga pelaksanaan menjadi kunci keberhasilan program ini.
Kepala Desa Sumberwuluh, Bapak Sulhan dalam sambutannya saat meninjau lokasi, menyampaikan bahwa PKTD merupakan perwujudan nyata dari komitmen desa untuk mengoptimalkan pemanfaatan Dana Desa. "Program ini adalah jawaban atas dua kebutuhan utama masyarakat kita: pengembangan potensi wisata alam Kalipinusan dan peningkatan pendapatan warga," ujar Sulhan. Ia menjelaskan bahwa Kalipinusan Poncosumo memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata unggulan di tingkat kabupaten, namun memerlukan sentuhan penataan yang melibatkan kearifan lokal.
Program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) dirancang dengan skema pembayaran upah secara langsung kepada pekerja harian. Hal ini sejalan dengan tujuan utama PKTD, yakni menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar dan memperkuat daya beli masyarakat di tingkat desa. Dengan skema ini, dana yang bergulir dalam proyek pembangunan langsung dinikmati oleh warga sebagai penghasilan tambahan.
Sarji, salah seorang warga Dusun Poncosumo yang terlibat aktif dalam PKTD, mengungkapkan rasa syukurnya. "Kegiatan ini sangat membantu kami, dalam menambah pendapatan, terutama di musim sepi pekerjaan seperti sekarang. Selain itu, kami juga ikut serta dalam mengembangkan wisata desa kami sendiri," kata Sarji dengan wajah sumringah. Ia menambahkan bahwa kebersamaan yang terjalin selama bekerja juga mempererat tali silaturahmi antarwarga. Upah yang diterima Sarji dan rekan-rekannya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, memberikan sedikit kelegaan di tengah tantangan ekonomi.
Selain aspek ekonomi, PKTD ini juga menjadi sarana transfer pengetahuan dan keterampilan. Warga yang terlibat belajar teknik-teknik dasar pembangunan dan penataan lingkungan yang baik, yang dapat mereka terapkan di lingkungan rumah masing-masing. Mereka juga memiliki rasa kepemilikan yang lebih tinggi terhadap fasilitas wisata yang dibangun, karena mereka adalah bagian dari proses penciptaannya.
Pemerintah Desa Sumberwuluh berharap, setelah selesainya pekerjaan fisik ini, pengelola wisata yang umumnya terdiri dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dapat segera mengaktifkan kembali dan mempromosikan Kalipinusan Poncosumo dengan wajah barunya. Penataan yang lebih baik diharapkan mampu menarik lebih banyak pengunjung, yang pada akhirnya akan menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat, mulai dari kuliner lokal, kerajinan tangan, hingga jasa pemandu wisata.
Dampak jangka panjang dari PKTD di Sumberwuluh ini diproyeksikan akan menciptakan siklus ekonomi positif yang berkelanjutan. Pengembangan sektor pariwisata yang berbasis masyarakat ini diharapkan mampu mengurangi tingkat urbanisasi dan memberikan peluang kerja yang layak di desa. Keberhasilan Desa Sumberwuluh dalam memanfaatkan Dana Desa untuk PKTD di sektor wisata menjadi contoh nyata bagaimana dana tersebut dapat menjadi instrumen efektif untuk pembangunan ekonomi inklusif dan berkelanjutan. Pemerintah desa berkomitmen untuk terus memantau dan mengevaluasi hasil program ini agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal dan jangka panjang oleh seluruh masyarakat.