Padat Karya Tunai, Inisiatif Desa Sumberwuluh Jaga Kebersihan dan Pemberdayaan Warga

  • Dec 08, 2024
  • SAMSUL ARIFIN

Desa Sumberwuluh, Kabupaten Lumajang, melaksanakan program Padat Karya Tunai (PKT) selama tujuh hari, mulai dari 7 hingga 13 Desember 2024. Program ini menggunakan anggaran Dana Desa untuk memberdayakan masyarakat melalui kegiatan pembersihan selokan di beberapa dusun. Dengan datangnya musim hujan, program ini dinilai sangat tepat guna untuk mencegah terjadinya penyumbatan air dan banjir.

Cak Sul, Sekretaris Desa Sumberwuluh, menyampaikan pentingnya kegiatan ini dalam mengantisipasi potensi masalah lingkungan selama musim hujan. "Saat ini musim hujan sudah tiba, dan pembersihan selokan ini sangat membantu untuk mengurangi risiko penyumbatan dan genangan air di lingkungan desa," ujar Cak Sul.

Pelaksanaan program PKT ini melibatkan masyarakat setempat sebagai pekerja. Tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan, kegiatan ini juga memberikan dampak ekonomi langsung kepada warga desa, terutama mereka yang membutuhkan pekerjaan tambahan. "Program ini tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga memberikan penghasilan tambahan bagi masyarakat yang ikut serta," tambah Cak Sul.

Kegiatan ini dilakukan di beberapa dusun di Desa Sumberwuluh, dengan fokus pada selokan yang sering mengalami penyumbatan. Warga bekerja membersihkan sampah, sedimen, dan tanaman liar yang menghambat aliran air. Pekerjaan dilakukan dengan semangat gotong royong, menunjukkan komitmen warga dalam menjaga kebersihan desa.

Salah satu peserta, Bapak Arif, mengaku senang bisa terlibat dalam program ini. "Saya sangat mendukung program ini karena manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat. Selain lingkungan jadi bersih, kami juga mendapatkan penghasilan tambahan," katanya.

Menurut Kepala Desa Sumberwuluh, program PKT ini adalah salah satu bentuk nyata pemanfaatan Dana Desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga lingkungan. "Dana Desa harus digunakan dengan bijak, salah satunya untuk program seperti ini, yang memberi manfaat ganda: ekonomi dan lingkungan," jelasnya.

Selain itu, program ini juga menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Pemerintah desa berharap, setelah pelaksanaan program ini, warga dapat lebih aktif menjaga kebersihan selokan dan lingkungan secara mandiri.

Dukungan penuh juga datang dari berbagai pihak, termasuk perangkat desa dan tokoh masyarakat. Mereka menyatakan apresiasi terhadap pelaksanaan PKT yang dianggap mampu mengurangi potensi bencana seperti banjir. Apalagi, Desa Sumberwuluh merupakan salah satu wilayah yang rawan terdampak banjir saat musim hujan.

Dengan berakhirnya program ini pada 13 Desember 2024, hasil pembersihan terlihat nyata. Selokan-selokan yang sebelumnya dipenuhi sampah dan lumpur kini kembali bersih, memperlancar aliran air. Program ini juga berhasil melibatkan ratusan warga dalam aksi nyata peduli lingkungan.

Keberhasilan pelaksanaan PKT ini menjadi contoh bagaimana Dana Desa dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Program seperti ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di masa mendatang, tidak hanya untuk menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga sebagai wujud pemberdayaan masyarakat desa.

Dengan selokan yang lebih bersih dan aliran air yang lancar, Desa Sumberwuluh kini lebih siap menghadapi musim hujan, mengurangi risiko banjir, sekaligus meningkatkan kualitas hidup warganya.