Mulai 1 April 2025, Wisata Kalipinusan Poncosumo Berlakukan Tiket Masuk Rp 3.000

  • Mar 28, 2025
  • SAMSUL ARIFIN

Sumberwuluh, 28 Maret 2025 – Perubahan besar terjadi di Wisata Kalipinusan Poncosumo, Desa Sumberwuluh, setelah diterapkannya kebijakan tiket masuk sebesar Rp 3.000 per orang mulai 1 April 2025. Kebijakan ini merupakan bagian dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang telah disepakati antara Bumdes Sumber Rezeki dengan Perhutani.

Sebelumnya, wisata Kalipinusan Poncosumo dikenal sebagai destinasi yang hanya menerapkan tarif parkir, sehingga menarik banyak pengunjung karena dinilai lebih hemat biaya. Namun, dengan adanya sistem tiket masuk ini, pengelolaan wisata akan mengikuti aturan baru, termasuk pembagian proporsi dari tiket yang akan diberikan kepada Perhutani, Pemerintah Kabupaten, serta mencakup perlindungan asuransi bagi pengunjung.

Cak Sul, Sekretaris Desa Sumberwuluh, mengungkapkan bahwa kebijakan ini menjadi tantangan besar bagi pihak pengelola. “Ini sangat berat bagi kami untuk memulai, karena selama ini wisata Kalipinusan Poncosumo ramai justru karena tidak ada tiket masuk, hanya parkir saja. Namun, namanya aturan dan prosedur tetap harus dijalani dulu. Kami berharap ini bisa diterima oleh masyarakat dan tetap mendukung keberlanjutan wisata ini,” ujarnya.

Perubahan kebijakan ini menimbulkan keresahan di kalangan pedagang yang berjualan di sekitar lokasi wisata. Saiful, salah satu perwakilan pemilik warung, menyampaikan kekhawatirannya terkait potensi penurunan jumlah pengunjung akibat adanya tarif masuk. “Kami khawatir wisatawan jadi enggan datang karena sekarang harus bayar tiket masuk. Kalau wisata jadi sepi, warung-warung di sekitar sini juga akan terdampak. Kami berharap wisata Kalipinusan tetap bisa bertahan dan menarik banyak pengunjung,” ujar Saiful.

Meski demikian, pihak pengelola berusaha mencari solusi agar wisata ini tetap menarik bagi pengunjung. Salah satu langkah yang direncanakan adalah peningkatan fasilitas wisata, promosi yang lebih gencar, serta kerja sama dengan berbagai pihak untuk menarik minat wisatawan. Dengan adanya asuransi yang termasuk dalam tiket masuk, diharapkan pengunjung merasa lebih aman dan nyaman saat berwisata di Kalipinusan Poncosumo.

Sementara itu, masyarakat sekitar juga menanggapi kebijakan ini dengan beragam pendapat. Ada yang mendukung dengan harapan wisata lebih terkelola dengan baik, namun ada pula yang merasa keberatan karena khawatir jumlah wisatawan akan berkurang drastis. Pengelola berharap setelah masa transisi, kebijakan ini dapat diterima dengan baik oleh semua pihak dan membawa dampak positif bagi keberlangsungan wisata Kalipinusan Poncosumo.

Dengan diberlakukannya tiket masuk ini, pengunjung diharapkan tetap mendukung perkembangan wisata lokal dan menikmati keindahan alam Kalipinusan Poncosumo. Pihak pengelola juga akan terus mengevaluasi dampak dari kebijakan ini dan mencari solusi terbaik agar wisata ini tetap menjadi destinasi favorit bagi masyarakat