Dukungan Ekonomi Kreatif di Desa Sumberwuluh: Inovasi Pisang dan Singkong untuk Wisatawan"

  • Dec 04, 2024
  • SAMSUL ARIFIN

Hari kedua pelatihan "Olahan Pangan Lokal dan Edukasi Konsumsi Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA)" di Kalipinusan Poncosumo, Desa Sumberwuluh, berlangsung meriah dengan fokus pada praktik langsung. Kegiatan yang dilaksanakan pada 4 Desember 2024 ini dipandu oleh Ibu Toyibah, Ketua BUMDes Kalibendo sekaligus seorang wirausahawan yang berpengalaman.

Dalam sesi praktik ini, para peserta diajarkan cara membuat berbagai olahan berbahan dasar pisang dan singkong, yang merupakan komoditas lokal andalan. "Hari ini, kita akan memanfaatkan pisang untuk berbagai kreasi olahan seperti pisang krispi dan pisang goreng dengan berbagai topping rasa," kata Toyibah saat memulai sesi pelatihan. Ia juga memberikan tips praktis untuk memastikan olahan memiliki cita rasa khas dan tampilan yang menarik agar mampu menarik minat pembeli, khususnya wisatawan yang datang ke Kalipinusan Poncosumo.

Para peserta tampak antusias mengikuti langkah demi langkah yang diajarkan. Mereka mencoba membuat variasi topping untuk pisang goreng, seperti cokelat, keju, stroberi, hingga karamel, sehingga menghasilkan produk yang kreatif dan inovatif. Selain itu, mereka juga belajar cara mengemas produk agar terlihat lebih profesional dan layak jual di pasar wisata.

Selain Toyibah, hadir pula Kabid Ekonomi Kreatif (Ekraf) Pariwisata Kabupaten Lumajang, Pak Lukman, yang memberikan sambutan dan motivasi kepada para peserta. Dalam sambutannya, Lukman menyampaikan pentingnya inovasi dalam sektor ekonomi kreatif untuk menunjang potensi pariwisata di Kalipinusan Poncosumo. "Wisata tidak hanya soal tempat yang indah, tetapi juga pengalaman unik yang diberikan, salah satunya melalui produk ekonomi kreatif. Desa Sumberwuluh memiliki banyak potensi lokal yang bisa ditampilkan di destinasi wisata ini," ujarnya.

Lukman juga mendorong para pedagang untuk terus berkreasi dan memanfaatkan sumber daya lokal, seperti pisang dan singkong, untuk menciptakan produk khas yang tidak hanya sehat tetapi juga memiliki nilai tambah. "Produk-produk ini dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, sekaligus mendukung pengembangan perekonomian lokal," tambahnya.

Kegiatan hari kedua ini memberikan pengalaman langsung bagi para pedagang untuk mengasah keterampilan mereka. Tidak hanya belajar teknik pengolahan makanan, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai strategi pemasaran produk kuliner di tempat wisata. Salah seorang peserta, Bapak Hasan, mengaku sangat terinspirasi oleh pelatihan ini. "Kami jadi tahu cara membuat olahan yang lebih kreatif. Ini sangat membantu kami untuk meningkatkan usaha dan menarik lebih banyak pembeli," katanya.

Dengan berakhirnya pelatihan ini, para pedagang diharapkan dapat mengaplikasikan keterampilan yang telah mereka pelajari dalam usaha sehari-hari. Selain mendukung ketahanan pangan, pelatihan ini juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat citra Kalipinusan Poncosumo sebagai destinasi wisata yang tidak hanya menawarkan keindahan alam tetapi juga kekayaan kuliner lokal.

Pelatihan ini menegaskan komitmen bersama antara pemerintah desa, pelaku usaha, dan masyarakat untuk memanfaatkan potensi lokal secara berkelanjutan. Dengan inovasi olahan pangan seperti pisang krispi dan singkong kreatif, Kalipinusan Poncosumo siap menjadi daya tarik baru di Kabupaten Lumajang.