Cari Solusi Bersama, Desa Sumberwuluh Adakan Rembug Stunting
- Dec 19, 2024
- SAMSUL ARIFIN
Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, menggelar kegiatan rembug stunting yang bertujuan untuk mencari solusi bersama dalam upaya menurunkan angka stunting di wilayah tersebut. Acara ini berlangsung di balai desa setempat pada hari Rabu, 18 Desember 2024 dengan menghadirkan Ahli Gizi dari Puskesmas Candipuro sebagai narasumber utama.
Kegiatan ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat dan pihak terkait, termasuk Ketua PKK Desa Sumberwuluh, kader Gerbang Mas, bidan desa, perawat desa, perangkat desa, serta didukung kehadiran Pendamping Lokal Desa (PLD), Pendamping Desa, staf kecamatan, dan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Dalam sambutannya, Cak Sul, selaku Sekretaris Desa Sumberwuluh, menekankan pentingnya kolaborasi dalam mengatasi permasalahan stunting. "Kegiatan ini bertujuan untuk mencari solusi bersama tentang cara menurunkan angka stunting di desa kita, sekaligus menggali penyebab utama yang masih menjadi tantangan bagi masyarakat," ujarnya.
Pemaparan Ahli Gizi: Penyebab dan Solusi Stunting
Ahli Gizi dari Puskesmas Candipuro menyampaikan penjelasan mendalam mengenai stunting, yang merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan. Menurutnya, beberapa faktor utama penyebab stunting meliputi:
- Kurangnya asupan gizi seimbang selama kehamilan dan masa balita.
- Sanitasi dan kebersihan lingkungan yang buruk, yang dapat menyebabkan infeksi berulang.
- Kurangnya pengetahuan orang tua mengenai pola asuh dan pentingnya gizi anak.
Sebagai solusi, ia menyarankan beberapa langkah strategis, seperti meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya gizi, mengadakan program pemberian makanan tambahan (PMT) untuk balita, serta memperbaiki sanitasi dan akses air bersih di desa.
Diskusi Interaktif dan Usulan Solusi
Acara rembug juga menjadi forum diskusi interaktif antara peserta dan narasumber. Ketua PKK Desa Sumberwuluh menyampaikan perlunya pendekatan berbasis komunitas, seperti mengadakan pelatihan bagi ibu hamil dan ibu menyusui tentang pengelolaan gizi keluarga.
Kader Gerbang Mas menambahkan, penting untuk memperkuat posyandu sebagai garda terdepan dalam deteksi dini stunting. Sementara itu, bidan desa mengusulkan agar dilakukan pemantauan rutin tumbuh kembang anak di setiap dusun.
Pendamping Desa yang hadir juga menyoroti perlunya alokasi anggaran dana desa untuk mendukung program-program pengentasan stunting. "Dana desa bisa dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas sanitasi, pemberian PMT, hingga pelatihan kader kesehatan," ujarnya.
Harapan dan Tindak Lanjut
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, Desa Sumberwuluh berencana menyusun program kerja yang lebih terfokus pada pencegahan dan penanganan stunting. Salah satu rencana yang disepakati adalah pembentukan tim khusus yang akan mengawal pelaksanaan program-program terkait, termasuk monitoring dan evaluasi secara berkala.
Cak Sul menutup kegiatan dengan harapan besar terhadap perubahan yang lebih baik. "Melalui rembug ini, kita telah mengidentifikasi masalah dan solusi. Tugas kita selanjutnya adalah melaksanakan apa yang telah direncanakan dengan komitmen penuh. Semoga ke depan, angka stunting di desa kita bisa terus menurun," pungkasnya.
Kegiatan rembug stunting ini diharapkan menjadi langkah awal yang konkret untuk menciptakan generasi yang sehat dan bebas dari stunting di Desa Sumberwuluh. Dukungan penuh dari semua pihak akan menjadi kunci keberhasilan program ini.